Di tengah semakin dekatnya anak dengan gawai dan teknologi digital, orang tua dituntut tidak hanya menjadi pengawas, tetapi juga pendamping yang mampu mengarahkan anak menggunakan teknologi secara bijak. Pesan tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB) yang dilaksanakan pada 21 Juli 2026 di Gedung Madrasah Diniyah Desa Berahan Kulon. Program ini menjadi program oleh mahasiswa KKN UGM oleh Diva Sahila Karomatul Ilmi oleh Fakultas Psikologi.
Kegiatan yang menyasar ibu-ibu dengan anak balita ini mengangkat tema “Adaptasi Pola Asuh Orang Tua di Era Digital”. Program tersebut menjadi ruang bagi para ibu untuk memahami bahwa teknologi tidak harus selalu dipandang sebagai sesuatu yang negatif bagi tumbuh kembang anak. Dengan pendampingan yang tepat, teknologi justru dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar dan mendukung perkembangan anak.
Dalam kegiatan tersebut, ibu-ibu diajak memahami berbagai tantangan pengasuhan di era digital, mulai dari kebiasaan anak menggunakan gawai hingga pentingnya orang tua memberikan batasan dan pengawasan. Orang tua juga didorong untuk tidak sekadar melarang, tetapi mampu menjelaskan, mengarahkan, serta mendampingi anak ketika berinteraksi dengan teknologi.
Antusiasme ibu-ibu terlihat melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Sejumlah ibu turut membagikan pengalaman mereka dalam menghadapi kebiasaan anak menggunakan gawai dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai persoalan yang muncul menunjukkan bahwa tantangan pengasuhan di era digital merupakan hal yang dekat dengan kehidupan keluarga saat ini.
“Teknologi bukan musuh bagi anak. Yang paling penting adalah bagaimana orang tua hadir untuk mendampingi dan mengarahkan penggunaannya,” menjadi salah satu pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.
Tidak berhenti pada penyampaian materi, ibu-ibu kemudian diajak melakukan refleksi melalui penulisan tiga komitmen pengasuhan. Setiap ibu menuliskan langkah nyata yang ingin diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk kesadaran untuk memperbaiki pola pengasuhan di tengah perkembangan teknologi.
Beberapa peserta bahkan berkesempatan membacakan komitmen mereka di hadapan peserta lainnya. Momen tersebut menjadi bagian penting karena pengetahuan yang diperoleh tidak hanya berhenti sebagai materi, tetapi diarahkan menjadi tindakan nyata di lingkungan keluarga.
Pelaksanaan kegiatan memang menghadapi tantangan karena sebagian peserta membawa anak sehingga perhatian ibu terkadang terbagi antara mengikuti kegiatan dan mengasuh anak. Namun, kondisi tersebut tidak mengurangi partisipasi peserta dalam mengikuti materi dan berdiskusi.